pamit sebelum ada yang merasa sakit

aku pamit,

tadi malam setelah membaca novel teka-teki rasa, ah rasanya jadi tak menentu apalagi pas membaca tulisan hasna yang bertema pamit. cara hasna pamitpun terbilang cukup rumit, rumit dihatinya dia.

memang benar buku fiksi hanya akan membangun ilusi yang tak tahu kondisi, tapi begini aku kasih pengertian, buku fiksi itu membangun rasa empati.

aku juga mau pamit ke kamu, sama kaya hasna yang pamit sama hafidz. aku tahu jika  memutuskan pamit berarti aku akan kehilangan inspirator terbesar dari tulisan-tulisanku, aku akan kehilngan konsultan yang paling menawan, aku akan kehilangan kebersamaan yang begitu menyenangkan namun melenakan, aku akan tahu bahwa  bersamamu ternyata hanya sebuah harapan tanpa kepastian, ah sudahlah tak perlu aku definisikan jauh lebih dalam.

aku pamit untuk harapan tanpa kepastian, aku pamit dari rasa yang hanya sekedar asa, aku pamit dari mesra yang mengandung dosa, aku pamit dari percakapan-percakapan  yang begitu  dinantikan, aku pamit dari hidup yang rumit ini, aku pamit sebelum ada rasa sakit yang datang.(no copas)

aku memilih pamit, sebab masih banyak mimpi serta tujuan yang perlu diperjuangkan dan aku juga mengerti bahwa kamu juga punya banyak impian yang sedang kamu coba wujudkan lalu aku tak ingin merusak kesungguhanmu dalam mencapainya. maka baiknya kita focus dengan tujuan masing-masing.

aku akan menahan agar tak ada kata yang terlontar saat kita berpas-pasan didunia maya maupun nyata, aku akan belajar untuk tidak membuka akun sosial mediamu, aku akan mendidik hatiku agar ia tetap tegar dengan takdir kedepannya jika memang tak bersama, aku akan focus kemimpi-mimpiku, aku akan mentotalkan waktu dan fikiran untuk banyak harapan yang layak diwujudkan.

perlu kamu tahu, tak mudah untuk berubah tapi ketika ada himmah maka semua akan sesuai arah yang diharapkan. hidup ini pilihan, pilihanku saat ini adalah pamit.

 

 

Iklan

bukan hanya sekedar belajar diatas kertas

sekolah siang biasanya memang membosankan jika yang mengajar  membuat murid tak nyaman, namun berbeda rasa jika dosen yang mengajar mampu memikat hati yang lelah. syukurku dosen yang masuk siang ini merupakan dosen yang punya karismatik serta energic hingga membuat daya tarik tersendiri.

kuliah fiqh usroh, bukan sekedar fiqh munakahat bagi diri pribadi. didalamnya kita bukan sekedar belajar teori tapi lebih kepenerapan kehidupan sehari-hari.

dua poin besar yang kuingat dan pasti kucatatat, yang pertama “ketika kita memiliki anak suatu hari nanti mau dijadikan apa?” pertanyaan yang dicapkan beliau, lalu dilanjutkan “ingat kisah ibunya maryam? saat masih dikandungan sang ibu sudah bernadzar bahwa kelak anaknya akan sepenuhnya menjadi anak yang sholihan serta berkhidmad, dan nadzarnya diabadikan dalam al-Qur’an, buka QS ali-Imron 35. masyaallah sungguh, ketika kita sudah memiliki sebuah tujuan mau dijadikan apa kedepannnya si anak maka Allah akan mempermudahnya, dan jadilah maryam sosok perempuan paling suci dimuka bumi ini. selain itu ada kisah Hindun istri Abu sufyan, ia berhasil mendidik putranya ABu sufyan, Muawiyah bin Abu sufyan menjadi pemimpin seluruh manusia, menjadi seorang kholifah.”

nah, kita sebagai calon ibu harus sudah memiliki tujuan mau dijadikan apa anak-anaknya kelak dan jangan lupa untuk menuntut ilmu guna sebagai bekal untuk mendidik mereka, agar anak kita kelak memiliki kelayakan untuk menjadi yang kita harapkan. ”

kurang lebih seperti itu, untuk point kedua saya post lain waktu…..

bersambung

setialah pada impianmu

 

Malam ini seperti biasanya aku mulai menikmati duniaku dengan barang kesayangan, laptop. Rencanya aku ingin mengedit sebuah tulisan yang rencananya mau diterbitkan, namun terjadilah sesuatu diluar kehendakku. Semua catatan serta tulisan yang telah kusatukan tiba-tiba lenyap begitu saja dari laptopku, ah berasa mimpi itu hanya sebatas bunga tidur yang belum sempat kuikat. Iya, malam ini aku kehilang huruf demi huruf yang rangkai menjadi kata, kata yang kusambung menjadi kalimat, kalimat yang kususun menjadi tulisan, ceceran tulisan yang rencanya ingin kukirim kepenerbitan buku. Tapi nyatanya setelah sampai pada titik pengumpulan malah segalanya berantakan. Aku juga tak mengerti penyebab tulisanku hilang, ah sudahlah

Tak mengapa mungkin ini cara Allah menyayangiku sebab bisa saja tulisan yang hilang itu tidak begitu memikat hingga bisa saja sipenerbit menolak. Sebelum merasakan pahitnya penolakan Allah sudah mengingatkan ku supaya tulisannya diperbaiki agar yang membaca bisa menikmati.

Dengan kehilangan tak lantas membuatku kecewa berkepanjangan sebab masih banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan, masih banyak waktu untuk memperjuangkan. Setia sama sebuah impian itu penting jadi meskipun jatuh berkali-kali tak akan membuat diri ini berpaling. Toh, aku bisa menikmatinya sebab ini sesuai passionku. Aku suka, aku bahagia, meskipun belum ada hasilnya.

Tetap akan kuperjuangkan, tetap akan kusebut dalam doa, tetap akan kutargetkan, tetap akan kujajaki dengan niat serta semangat. Usaha tak sebanding dengan hasil tak masalah setidaknya ada proses yang mengajarkan dengan ramah.

            Kemarin merayakan kegagalan sekarang merayakan kehilangan, aku kehilangan kamu tulisan-tulisanku. Ah begitu menyakitkan namun mengajarkan kedewasaan serta penerimaan terhadap ketetapanNya.

            Hati tetaplah tenang, ini hanya soal waktu dan kesungguhan ku…

liya semangat, liyaaa

bangkit dari rasa sakit

kemarin sore aku menangis sejadi-jadinya didepan kawanku, segala kepenatan, segala kegelisahan, segala keganjalan yang terjadi pada diri ini kuungkapan kepadanya.

rasa gagal dan jatuh masih terlalu menyakitkan sekaligus memilukan, bahkan untuk sebuah penerimaan dihati saja aku terbilang tak bisa.

iya, segala sikap dan sifat yang lumayan aneh itu muncul sejak aku terjatuh, sejak aku merasa hasil usahaku berkhianat, sejak aku merasa gagal, sejak aku belum bisa menerima takdir itu. ah, sesekali tak mengapa sedikit meratap asal hati kian mantap untuk bangkit.

tekatku telah kekeh untuk bangkit dari segala penyakit dihati. aku katakan padanya, ” akhir-akhir ini aku aneh ya ukh? sering diem kalo ketemu orang malah rame kalo lagi dijelasin ustadz, sering mengkritisi ustadz-ustdzah yang kurang ideal, sering ngelanggar aturan, ah bahkan sama kamupun aku jarang ngomong.” “ia liy, kamu kenapa? ada masalah? atau ini efect hati kamu belum bisa menerima kegagalan yang lalu?”. tanyanya.

ia, baru kusadari ternyata sebuah penerimaan akan segera melegakan dibanding penyesalan yang tak ada ujungnya. ah, rasa syukur ini tak terkira sebab rasa terpuruk itu tak sampai menjadi bakteri dihati.

hari ini, sekolah ku mendatangkan traning Nasional, Bapak Sufyan. aku menjadi semakin sadar bahwa hidup ini  bukan hanya soal diri sendiri melainkan ada banyak hak yang harus terpenuhi, hidup ini bukan hanya soal haq pribadi melainkan haq ummat yang menanti.

dan lalu, aku mulai bangkit dari rasa sakit ini, aku mulai aktif dari yang dulunya hanya mahasiswa pasif, aku mulai berani menyuarakan pendapat dari yang dulunya hanya menutup mulut dengan rapat, aku mulai membagi segala pengetahuan dari yang dulunya hanya sebagai koleksian di otak, dan aku mulai kembali mendekatkan diri kepada sang Illahi Robbi. mendekatkan diri pada Allah saat senang maka Allah akan datang saat susah.

doaku, ya Allah jangan Kau cabut rasa syukur ini ketika nikmat datang, dan limpahkanlah kesabaran disaat ujian datang .

 

 

cerita rakyat

katanya negeriku kaya raya
tapi banyak yang teraniaya
katanya sudah tidak dijajah
tapi masih banyak orang susah

kudengar kita bangsa yang ramah
tapi gemar sekali marah-marah
konon dipimpin orang-orang hebat
tapi hobi curi uang rakyat

kita hidup di negara
yang jauh dari sempurna
tapi selama ku bernyawa
kan kujaga Indonesia

orang miskin tidak boleh sakit
karena birokrasi dipersulit
orang pandai tak boleh mengkritik
nanti pencemaran nama baik

laut dan sawah terhampar luas
tapi masih impor garam dan beras
ibu pertiwi sangatlah indah
jangan jatuh ke tangan yang salah

kita hidup di negara
yang jauh dari sempurna
tapi selama ku bernyawa
kan kujaga Indonesia
sampai tak lagi bernyawa
kan kujaga Indonesia

by: fiersa besari

semoga segera bertemu di taqdirNya

Aku tidak pernah kecewa dengan doa-doaku, dan doaku saat ini semoga aku dan kamu bertemu dalam takdirNya, aamiin.

Hallo kamu apa kabar? Semoga selalu sabar ya  dalam menanti debar yang mengharukan itu. ah apa kabar itu hanya pertanyaan basi karena tanpa kamu jawabpun aku mengerti bahwa kamu baik-baik saja.

Sore tadi seorang kawan ada yang dengan sengaja menyebut namamu dan sontak wajahku bersemu, tapi tak bertahan lama wajahku memilu sebab ada berita tak berkenan untuk didengarkan. Ah sudahlah aku tak mau peduli berita apapun mengenaimu, aku takut jika itu hanya berita tak benar atau sejenis hoax.

Aku sengaja mengawali tulisan ini dengan kalimat itu, sebab aku punya banyak harapan mimpi yang selalu kulantunkan dalam doa selain ku jajaki dengan usaha. Dan kau tahu hasilnya hampir tak pernah mengecewakan.

Lalu, diantara doaku ada namamu

Ah pasti kau akan mengira aku tak tahu malu, tak tahu malu dengan percaya dirinya menyebut namamu tanpa seijin kamu dan berhap bisa bertemu ditakdirnya di depan Robb kita. Bolehkah kutegaskan? Aku tak pernah malu untuk meraih mimpi-mimpiku jika melewati jalur yang benar. Dan aku belum pernah kecewa dengan doa-doaku, jadi aku semakin yakin jika nantinya aku dengan ijinNya bisa menjadi pilihanmu.

Untuk kabar burung sekaligus kabar buruk itu tak akan membuatku gentar untuk mendiskusikan kamu dengan robbku, karena keyakinanku tetap sama.

Jika bersamamu semuanya akan baik-baik saja.

kakak liya

semoga saja itu kamu ya, akan lebih banyak doa-doa yg kulangitkan

Aku sama abang selalu punya waktu khusus untuk sekedar membicarakan hal-hal sederhana atau bahkan sampai hal-hal istimewa. Maklumlah abang begitu mencintaiku dan aku sangat menghormatinya, jadi setiap kejadian apapun akan kuceritakan padanya.

Sore ini aku minta dia mampir ke Asrama, ya Namanya juga adik tercinta pasti diturutin. Lagipula si abang gak pernah nolak permintaanku. Ini lah salah satu alasan untuk tak pernah mengecewakannya.

Hp yg kupegang akhirnya berdering, “ dek, aku di depan masjid”, ucap abang. Dengan langkah yang sedikit dipercepat kutemui dia. “ ngapain minta di samperin?” ucapnya, “mau makan keluar mas”, ucapku sambil nyengir, sebenernya sih aku bilang pengen ngobrol tapi gengsi hehe.

Untuk masalah selera, rasa, pendapat kita berdua memang selalu berbeda, tapi tujuan kita selalu sama. Setelah obrolan ngalor ngidul gak jelas akhirnya aku memulai sebuah obrolan yang tak biasa, obrolan anak dewasa cieeee yang sudah berumur….

“ mas aku ambil S1 enggak, tapi bayar ih”

“ gak usah aja, cita-cita di dunia kok kerja kok jadi pekerja udah jadi pengusaha aja”. Wah kaya e si abang nggak mau aku diandalkan sama sebuah Lembaga, ah hawatir banget siii.

“ kalo aku tugas di Jakarta gimana?”

“ gak usah jauh-jauh, udah urusin ummat yang ada di Desa kita aja dulu”. Weo, ah sifat posesif abang mulai muncul dan tiba-tiba dia bilang, “ besok kalo cari suami yang hafidz, ustadz, alumni ma’had aly dan kalo perlu anaknya seorang ustadz.”

Terbengong-bengong aku ndengerin ucapannya mas, ah itu terlalu muluk-muluk kriterianya, ah aku tak pernah menduga jika ternyata masalah seserius ini udah kamu siapin. Semuanya diluar dugaanku, semuanya diluar nalarku. Ternyata si Abang untuk masalah jodoh sangat selektif.

“ ya udah deh mas, cariin mas aja ya”

“ iya, pasti aku carikan”

“ tapi mas aku tuh apa coba? Aku ngga hebat-hebat amat ah itu mustahil mas?” ucapku sambil masang muka nggak percaya gitu deh.

“ gak ada yg gak mungkin, bukannya kita punya Allah yg maha segala sesuatu. Banyak-banyak doa ya.”

“ iya mas”, semoga saja laki-laki yang dimaksud sama abang dan yang ditulis oleh yang Maha kuasa sebagai penggenapku adalah kamu, iya kamu kan pernah jadi ustadz, hafalan kamu juga udah banyakan bahkan udah mau selesai, anak ma’had Aly lagi. Kemampua kamu gak perlu diragukan lagi. Ah banyak ngarepnya niisi kaka liya.

Sempet aku tanya ke abang kenapa harus ustadz, hafidz dll. Kata dia kalo aku lagi jatuh ada yang merengkuh, kalo aku kalut ada yang membantuku bangun dengan lembut, karna abang tahu aku butuh laki-laki seperti itu, aku butuh laki-laki yang tangguh.

Semoga saja orangnya kamu ya.

aamiin